Sabtu, 22 Februari 2014

Tips Merawat Kendaraan di Musim Banjir

Genangan air atau banjir pun sudah menjadi hal lumrah di daerah-daerah dan beberapa titik yang rawan banjir.Air hujan yang pada umumnya mengandung kadar natrium atau garam lainnya memang dapat memberikan efek yang tidak bagus bagi cat kendaraan kita. Selain itu, air hujan juga dapat menimbulkan efek berkarat pada bagian bagian kendaraan kita yang umumnya terbuat dari logam besi.

Karena itu, agar kinerja mesin tetap prima meskipun di musim penghujan. Cobalah untuk melakukan beberapa perawatan berikut untuk tetap menjaga performa kendaraan roda dua anda.



A. Panaskan mesin

Sebelum digunakan, jangan lupa untuk memanaskan mesin motor anda terlebih dahulu. Cuaca dingin berpengaruh pada mesin kendaraan sehingga jika langsung digunakan maka akan mengurangi kinerja motor itu sendiri. Ditambah jika sepeda motor anda terendam genangan air sehingga membuat mesin yang panas menjadi beruap akibat terkena air yang dingin.

B. Ganti ban

Hati-hati, sebelum menjalankan motor, periksalah apakah ban motor anda sudah botak atau aus. Di musim hujan seperti ini, banyak jalan yang tergenang air dan sangat licin sehingga ban yang tidak mampu mencengkeram aspal dengan baik akan rawan tergelincir karena pengereman yang tidak sempurna akibat ban yang botak. Segera ganti ban motor demi keselamatan anda.

C. Bersihkan motor

Banjir akan membuat motor anda kotor akibat partikel-partikel debu dan kotoran di dalam air yang menempel pada kendaraan anda. Cara terbaik adalah dengan membersihakan atau mencuci motor anda jika sudah tidak digunakan lagi. Hal ini sangat penting karena kotoran-kotoran yang menempel bisa merusak beberapa bagian penting motor seperti kampas rem, roda atau rantai motor.


D. Lakukan perbaikan

Jika knalpot motor anda sudah kemasukan air dan membuatnya mogok, ada baiknya untuk segera membawanya ke bengkel agar cepat diperbaiki. Banyak orang lebih memilih untuk ‘mengistirahatkan’ motornya dan mencoba memanaskannya agar bisa digunakan kembali. Namun hal ini akan berpengaruh pada performa mesin dan membuat kinerjanya menjadi terganggu.

E. Rantai Motor

Bagian lain dari motor yang rawan bermasalah setelah dikendarai di tengah guyuran hujan adalah rantai. Terlebih motor yang tidak menggunakan tutup rantai. Air hujan yang bersifat asam memicu terjadinya karat pada peranti itu.
Pada sisi lain, setelah melibas lubang yang tertutup genangan air hujan, rantai juga kendur. Oleh karena itu, kencangkan setelan rantai sesuai dengan standar.
disarankan juga untuk melumasi rantai motor anda dengan pelumas rantai tentunya.


F. Kanvas rem dan piston cakram rem

Kanvas rem terbuat dari bahan asbes. Bahan tersebut bila banyak terkena air akan menggelembung dan mengeras pada saat kering.
Akibatnya, rem terasa keras pada saat pedal rem diinjak atau bahkan muncul suara mendecit atau suara keras lainnya. “Oleh karena itu, setelah motor dicuci dan dibersihkan, jalankan motor dan sering-sering menginjak pedal rem agar kanvas benar-benar kering,” kata Alex.
Begitu pun dengan rem cakram di roda depan. Rem cakram bersifat terbuka. Padahal saat dipacu kencang di tengah guyuran hujan, kotoran menempel pada kanvas rem maupun piston.

4. Ban

Setelah selesai menerobos genangan air hujan, sebaiknya Anda memeriksa tekanan air ban. Pastikan besaran tekanan itu sesuai dengan standar pabrikan.
Ban yang tekanan anginnya kurang dari standar, sangat rentan cepat aus. Pasalnya, dengan tekanan kurang, maka permukaan telapak ban yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan semakin banyak.
Selain menjaga tekanan angin, sebaiknya juga mencuci ban. Sikat bagian telapak dan dinding samping ban. Hal ini selain untuk menghilangkan unsur asam yang ada di air hujan, juga unsur lain seperti lumpur atau kotoran yang menempel di ban.
Beberapa kotoran seperti bekas deterjen, oli, minyak tanah, bensin, yang sebelumnya tumpah di jalan bisa terbawa atau berada di genangan air hujan. Unsur-unsur yang ada di zat itu memicu karet ban cepat getas.

G. Knalpot

Pada umumnya, bagian dalam knalpot dan leher knalpot akan keropos bila banyak kotoran menempel di bagian itu. Terlebih bila kotoran tersebut bercampur dengan air hujan.
Oleh sebab itu, bila motor telah melibas genangan air hujan atau banjir dan air hujan masuk knalpot, sebaiknya air dikeluarkan. Setelah motor dicuci bersih, panasi mesin. Setelah itu, semprotkan oli ke dalam bagian knalpot dan olisi bagian leher knalpot dengan grease. Kemudian panasi lagi mesin motor sekitar 5 menit.

Setelah motor selesai digunakan, sebaiknya Anda mencabut cop atau karet penutup busi kemudian tiup dan lap dengan air bersih. Begitu pula dengan kabel busi serta businya.

I. Kotak saringan udara

Udara merupakan unsur penting untuk pembakaran bahan bakar di ruang bakar mesin. Bila peranti ini basah karena air hujan masuk atau merembes ke dalamnya, maka udara akan bercampur embun.

J. Rem Depan / Belakang

Seringkali rem akan bunyi apabila basah terkena air, amplas kanvas rem dan tromol agar rem lebih pakem dan menghindari bunyi.

K. Kabel Body

Hindari kabel body dan socketnya dari air karena bisa mengakibatkan konslet sehingga bisa merusak komponen kelistrikan.
Mudah - mudahan hal di atas bisa diperhatikan, sehingga umur sepeda motor anda bisa lebih lama.


L. Jari-jari roda

Gunakan lap bersih untuk mengkeringkan jari-jari roda yang kebasahan. Bila tidak, jari-jari pada velg motor akan keropos. Keropos pada velg memang tidak tampak di luar, tapi terjadi di dalam velg.


Dan perlu diperhatikan pada kendaraan mobil ada beberapa hal yang sebaiknya diingat di musim hujan yaitu

1. Selalu bersihkan kaca setelah terkena hujan
2. Cuci mobil dalam 24 jam setelah terkena hujan. Apabila tidak sempat cuci, buka kap mesin dan bagasi kendaraan agar air tidak cepat kering dan mudah mengalir turun
Cucilah dengan steam (air bertekanan) seminggu sekali untuk membersihkan sisa kotoran di bagian-2 yang sulit dijangkau.

Demikian Tips Merawat Kendaraan Saat Musim Hujan,Semoga bermanfaat. Siap-siap hujan-hujanan dan basah-basahan.





Link artikel terkait
https://www.blogger.com/



close
http://www.pulasdesign.info/?m=0



Isnin, 17 Februari 2014

13 Tips Menjemur Pakaian di Musim Hujan

Musim hujan yang selalu datang di daerah topis, dan kian hari akan terus turun. Sinar mataharipun sulit kita dapatkan. Setiap musim hujan datang, ada dua masalah yang menghantui yaitu banjir dan cucian yang tidak kunjung kering. Hujan membuat cucian jadi lembab sehingga pakaian berbau tidak sedap dan rentan dihinggapi jamur serta kuman.

Lalu bagaimana supaya cucian bisa kering sempurna saat musim hujan seperti sekarang?

Berikut 13 tips untuk menghindari beberapa kemungkinan dalam mengeringkan cucian di musim hujan :


1. Jangan meletakkan pakaian basah atau lembab, di bagian mesin kulkas, televisi dan alat elektronik lainnya  Air pada pakaian, bisa jadi merembes ke mesin dan bisa mengakibatkan kerusakan atau korsleting.

2. Gunakan mesin cuci yang memiliki fitur pengering pakaian hingga 60 - 80% Supaya cucian Anda cepat kering, ada baiknya gunakan mesin cuci yang dilengkapi fitur pengering khusus.

3. Pelintir dengan lembut, cengkram/genggam dengan keras.

4.  Hindari memakai pakaian yang terbuat dari katun dan wool selama musim hujan. 
Dua pakaian ini menyerap air dan dengan sendirinya akan sukar kering walau sudah 
dimasukkan mesin pengering pakaian. Kenakanlah jenis pakaian yang kainnya "jatuh". 
Selain cepat kering, pakaian seperti itu juga tak perlu payah-payah disetrika.

5. Keringkan pakaian menggunakan AC yang memiliki Plasmacluster. AC tidak hanya berfungsi sebagai pendingin ruangan, tapi juga bias dimanfaatkan untuk mengeringkan pakaian di kala musim hujan.Jemur cucian di bawah hembusan, AC yang memiliki fitur Laundry dan Plasmacluster 


6.  Melakukan pemerasan secara berkala. 

7. Bila tidak memiliki tempat menjemur pakaian di bagian atas rumah, Anda bisa menyulap salah satu ruangan atau kamar, sebagai tempat mengeringkan pakaian. Caranya, buat tali jemuran darurat yang terdiri dari beberapa tali melintang di satu ruangan. Kemudian, gantungkan pakaian pada tali jemuran tersebut. 
Atau bila ada tempat jemuran pakaian, masukkan ke dalam ruangan ini. Kemudian, pasang lampu pijar atau wolfram dengan watt yang cukup tinggi misalnya, 75 watt atau 100 watt di atas tengah ruangan. Bila ruangan ini memiliki kipas angin langit-langit, hidupkan. Bila tidak, Anda bisa meletakkan kipas angin di ruangan penuh pakaian basah itu. Bantuan angin dari kipas angin dan panas dari lampu pijar wolfram, akan membantu pakaian mengering.

8. Setrika pakaian dengan jenis setrika uap.

9. Di angin-anginkan.

10. Buatlah tempat jemuran di atas rumah atau dak, yang beratap dan memiliki sirkulasi angin yang banyak agar pakaian bisa digantung berhari-hari tanpa khawatir kehujanan, dan akan terbantu kering dengan angin yang memenuhi ruangan. 


11.  Bila pakaian sudah dikeringkan melalui mesin pengering dan sudah diseterika namun masih terasa lembab, anda bisa menyetrikanya sekali, kemudian gantung atau angin-anginkan lagi, baru kemudian, disetrika lagi. Jangan menyetrika pakaian yang masih basah dengan panas setrika maksimal. Sebab, alih-alih menjadikan kandungan air pada pakaian menguap, pakaian juga rusak karena terkena panas setrika maksimal. Ingat, ketentuan panas setrika pada label pakaian itu bukan hiasan, tetapi saran perawatan pakaian.

12. Gunakan hair dryer untuk mengeringkan pakaian lembab yang sedang digantung bila anda ingin segera memakainya, misalnya pakaian seragam sekolah atau kantor.

13.  Pakaian lembab biasanya berbau apek. Untuk itu, saat digantung dan diangin-anginkan, semprotkan pewangi pakaian. Saat digantung, karak antar pakaian jangan terlalu dekat. Bila terlalu dekat, kelembabannyahanya akan merembes ke pakaian sebelahnya.


Dari berbagai sumber di Google




https://www.blogger.com/





close
http://www.pulasdesign.info/?m=0